Sabtu, 09 April 2016

Tugas Keterampian Komputer 2B



                                                          KETERAMPILAN KOMPUTER 2B**
                                                            KELOMPOK 5
                                
NAMA KELOMPOK     :  -  Gadis Ranti Afika
-          Indah Agustineu
-          Iviana Polin
-          Monika Tirta Uli
-          Shintia Purba
KELAS                          :   1SA07
DOSEN                         :    Ahmad Hidayat S, KOM.










                                                Tabel Pada Microsoft Word
Pemanfaatan Fasilitas Tabel pada Microsoft Word
    Suatu data dalam dokumen dapat di kelompokkan dan diorganisir dalam suatu tabel. Tabel diperlukan untuk memperlengkap informasi. Pengertian tabel sendiri adalah suatu format tampilan yang terdiri dari baris dan kolom.
Pertemuan antara kolom dan baris tersebut dinamakan dengan sel.  Anda dapat membuat tabel yang seragam dengan sel – sel berukuran standar, menggambar sebuah tabel sendiri dengan beragam ukuran sel, atau sebuah tabel dari teksyang sudah ada. Setelah membuat tabel, anda bisa memasukkan teks, angka, dan gambar – gambar kedalam sel – sel tersebut.
( Gadis Ranti Afika / www.gloomyranti.blogspot.com)

CARA CARA MEMBUAT KOLOM , TABEL , WORD ART , DAN DROP CAP

A. Cara Membuat Kolom Tulisan di Ms.Word

Langkah-langkahnya :
  1. Tulis (ketik) dokumen yang akan anda buat kolom. 
  2. Blok tulisan atau teks yang akan dibuat kolom
  3. Pilih menu ribbon Page Layout 
  4. Klik tombol kolom, tampilan seperti di bawah ini.
Keterangan :
  • One : membuat bentuk tulisan satu kolom (seperti ketikan biasa). 
  • Two : membuat tbentuk tulisan dua kolom tulisan,yang sama besar lebarnya. 
  • Three: membuat bentuk tulisan menjadi tiga kolom tulisan, yang sama besar lebarnya. 
  • Left : membuat tulisan menjadi dua kolom, kolom sebelah kiri lebih kecil dari kolom sebelah kanan. 
  • Right : membuat tulisan menjadi dua kolom, kolom sebelah kanan lebih kecil dari kolom sebelah kiri. 
  • More Columns : menampilkan pilihan lain untuk pembuatan kolom lebih lanjut. 
5.      Pilih salah atu jenis kolom yang dgunakan sesuai keinginan anda, misanya anda pilih tampilan kolom dua.

( Indah Agustineu / www.Indahwhite.blogspot.com)

B. Membuat Tabel pada Microsoft Word 2007

Untuk membuat Tabe; pada Ms. Word ada Tiga cara, yaitu :

1. Cara Pertama Menggunakan Tamplate

Langkah-langkahnya sebagai berikut:
  1. Pada insert tab 
  2. Tables grup klik table 
  3. Pilih Quick Tables, dan kemudian pilih atau klik template yag diinginkan. 
  4. Ganti data pada template 
2. Cara Kedua Menggunakan Menu Tabel

Langkah-langkahnya sebagaui berikut:
  1. Pada Insert tab, Tables grup, klik Table. 
  2. Di bagian Insert Table, geser mouse untuk memilih jumlah baris dan kolom, lihat gambar berikut: 

3. Cara Ketiga Menggunakan Insert Tabel

Langkah-langkahnya sebagai berikut :
  1. Pada Insert tab, Tables grup, klik Table. 
  2. Kemudian klik Insert Tableuntuk memunculkan kotak dialog.
Di bagian Table size, masukkan jumlah baris dan kolom.
Di bagian AutoFit behavior, buat pilihan untuk menyesuaikan ukuran tabel.


4. Cara Menggambar Tabel

Langkah-langkahnya sebagai berikut:
  1. Pada Insert tab, Tables grup, klik Table, dan kemudian klik Draw Table. 
  2. Pointer akan berubah menjadi pensil. 
  3. Buat kotak persegi. Kemudian buat garis kolom dan baris di dalamnya. 
  4. Untuk menghapus garis, pada Table Tools, Design tab, Draw Borders grup, klik Eraser. 
  5. Klik garis yang ingin dihapus.



5. Cara Menambah Kolom dan Baris Pada Tabel

Lagkah-langkahnya sebagai berikut :
  1. Klik pada sel yang ingin ditambahkan baris atau kolom 
  2. Pada Table Tol, di Layout Tab, Rows dan Columns grup,pilih :
·         Insert Below : untuk menyisipkan baris baru di sebelah bawah sel. 
  • Insert Left : untuk menyisipkan kolom baru di sebelah kiri sel.. 
  • Insert Right : untuk menyisipkan kolom baru di sebelah kanan sel. 
Tip: kita juga bisa menggunakan klik kanan pada sel untuk menampilkan pilihan di atas.Cara Menghapus Sel, Baris, Kolom atauTable.

6. Cara Menghapus Sel, Baris, Kolom atau Table
Langkah-langkahnya sebagai berikut:

Pada Table Tools, di Layout tab, Rows & Columns grup, klik Delete
Tentukan pilihan, apakah akan menghapus sel, kolom, baris atau tabel.


7. Cara Menggabungkan atau Membagi Sel Pada Tabel
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
  • Menggabungkan sel 
  1. Pilih sel-sel yang akan digabungkan. 
  2. Pada Table Tools, Layout tab, Merge grup, klik Merge Cells. 
  • Membagi sel 
  1. Klik sebuah atau beberapa sel yang akan dibagi. 
  2. Pada Table Tools, Layout tab, Merge grup, klik Split Cells. 
  3. Masukkan jumlah kolom atau baris yang ingin dibagi. 
  4. Centang kotak merge cells before split, apabila sel yang ingin dibagi lebih dari satu.
  5. Misalnya, ada 2 sel yang akan dibagi menjadi 4. Bila kotak ini dicentang maka sel akan digabung dahulu baru kemudian dibagi. Sebaliknya bila kotak ini tidak dicentang, maka masing-masing sel akan dibagi 4 sehingga jumlah sel baru adalah 8. 









8. Cara Format Tabel

Langkah-langkahnya sebagai berikut:
  • Menggunakan Table Styles 
  1. Klik tabel yang ingin diformat. 
  2. Pada Table Tools, klik Design tab. 
Di Table Styles grup, tempatkan kursor di setiap style untuk melihat tampilan tabel. 
3. Klik style yang ingin digunakan. 
4. Di bagian Table Style Options grup, centang kotak elemen tabel yang ingin digunakan, seperti Header Row, Total Row, dan lain-lain.
  • Membuat dan Menghapus Garis Pembatas 
  1. Membuat Garis Pembatas 
  • Klik tabel atau bagian tabel yang ingin diberi garis pembatas. 
  • Pada Table Tools, klik Design tab. 
  • Di bagian Table Styles grup, klik tanda panah pada Borders, dan pilih bentuk garis pembatas yang disediakan. Atau klik Borders and Shading, dan pada Borders tab, pilih bentuk garis pembatas yang diinginkan.

  • Menghapus Garis Pembatas
  1. Klik tabel atau bagian tabel yang ingin dihapus garis pembatasnya. 
  2. Pada Table Tools, klik Design tab. 
  3. Di bagian Table Styles grup, klik tanda panah pada Borders, dan klikNo Border untuk menghapus pembatas tabel. 
  4. Untuk menghapus bagian tertentu saja, klik tanda panah pada Borders, dan kemudian klik Borders and Shading. Pada Borders tab, di bagianpreview, klik garis yang ingin dihilangkan. 
9. Cara Mengatur Pemisahan Baris dalam Tabel

Langkah-langkahnya sebagai berikut:
  1. Mencegah pemisahan isi baris dalam tabel
  2. Microsoft Word akan secara otomatis memisahkan isi baris tabel yang panjang ke halaman berikutnya bila baris tersebut terletak di akhir halaman. Untuk membuat isi baris yang panjang ini tidak terpisah dan ditempatkan semuanya di halaman selanjutnya, gunakan cara berikut: 
  3. Klik pada tabel. 
  4. Pada Table Tools, klik Layout tab. 
  5. Di Table grup, klik Properties, dan pilih Row tab. 
  6. Hilangkan pilihan pada kotak Allow row to break across pages dan klik OK. 
  • Memisahkan tabel ke halaman selanjutnya pada baris tertentu 
  1. Klik pada baris yang ingin ditempatkan di halaman berikutnya. 
  2. Tekan CTRL+ENTER. Cara ini disebut juga page break manual. 
10. Cara Membuat Table Heading Berulang Pada Setiap Halaman

Langkah-langkahnya sebagai berikut:
  1. Pilih baris heading (harus termasuk baris pertama pada tabel). 
  2. Pada Table Tools, Layout tab, Data grup, klik Repeat Header Rows.
Catatan: Table heading berulang hanya ada di print layout view atau ketika Anda mencetak dokumen tersebut. Table heading berulang tidak akan muncul bila Anda melakukan page break manual (CTRL + ENTER) dalam tabel.
  • Untuk menghilangkan table heading berulang:
  1.  klik pada heading table di halaman pertama. Pada Table Tools, Layout tab, Data grup.
  2. klik Repeat Header Rows. 
11. Mengurutkan Data pada Tabel

Langkah-langkahnya sebagai berikut:
  1. Klik pada tabel. 
  2. Pada Table Tools, Layout tab, Data group, klik Sort. 
  3. Pada kotak dialog Sort, pilih kolom atau header kolom yang dijadikan sebagai dasar pengurutan. 
12. Memberi Penomoran Pada Sel di Tabel

Langkah-langkahnya sebagai berikut:
  1. Pilih sel pada tabel yang akan diberi nomor.
  2. Tip: Untuk memberi nomor pada setiap baris, klik pada kolom pertama. 
  3. Pada Home tab, Paragraph grup, klik Numbering. 
( Iviana Polin / www.ivianapolin.blogpot.com)









C. Cara Membuat Word Art
  1. Letakkan kursor pada area kerja tempat yang akan disisipkan WordArt.
  2. Aktifkan Ribbon Insert
  3. Klik tombol WordArt pada grup text.
  4. Pilihlah salah satu style WordArt.
  5. Kemudian ketikan text yang akan disisipkan.
  6. Lalu klik OK.
( Monika Tirta Uli / www.monikatirta.blogspot.com)


D. Cara Membuat Drop Cap
  1. Ketik teks
  2. Letakkan kursor pada paragraf yang akan diberi Drop Cap
  3. Blok huruf pertama pada paragraf
  4. Klik menu INSERT kemudian pilih Drop Cap
  5. Pilih salah satu pilihan antara Dropped dan IN Margin, Dropped berarti huruf yang lebih besar berada menjorok kedalam paragraf tersebut, sedangkan In Margin berarti huruf yang diperbesar berada didalam margin kertas, sedangkan huruf lain tetap pada pengaturan margin yang sama.
( Shintia Purba / www.shintiapurba.blogspot.com)

Kamis, 04 Februari 2016

Writing is the Best



 

Menulis merupakan kegiatan berupa penuangan ide/gagasan dengan kemampuan yang kompleks melalui aktivitas yang aktif produktif dalam bentuk simbol huruf dan angka secara sistematis sehingga dapat dipahami oleh orang lain.

 

 Berikut adalah tujuan dari menulis :
  1. Untuk memberikan informasi Seorang penulis dapat menyebarkan informasi melalui tulisannya seperti wartawan di koran, tabloid, majalah atau media massa cetak yang lain. Tulisan yang ada pada media cetak tersebut seringkali memuat informasi tentang kejadian atau peristiwa.
  2. Untuk memberikan keyakinan kepada pembaca Melalui tulisan seorang penulis dapat mempengaruhi keyakinan pembacanya. Seseorang yang membaca informasi di koran mengenai anak terlantar dapat tergerak hatinya untuk memberikan bantuan. Hal tersebut karena penulis melalui tulisannya berhasil meyakinkan pembaca.
  3. Untuk sarana pendidikan Menulis dapat bertujuan sebagai sarana pendidikan karena seorang guru dan siswa tidak akan pernah jauh dari kegiatan menulis seperti: mencatat di buku, merangkum, menulis soal, mengerjakan soal.
  4. Untuk memberikan keterangan Menulis untuk memberikan keterangan terhadap sesuatu baik benda, barang, atau seseorang. Tulisan tersebut berfungsi untuk menjelaskan bentuk, ciri-ciri, warna, bahan, dan berbagai hal yang perlu disebutkan dari objek tersebut.






 Tahap-tahapan dalam menulis :

1. Tahap Pratulis 

Tahap pratulis merupakan tahap paling awal dalam kegiatan menulis. Tahap ini terletak pada sebelum melakukan penulisan. Di dalam tahap pratulis terdapat berbagai kegiatan yang dilakukan oleh penulis. Mulai dari menentukan topik yang akan ditulis. Penulis mempertimbangkan pemilihan topik dari segi menarik atau tidaknya terhadap pembaca.

2. Tahap Pembuatan 

Draf Draf yang dimaksud adalah tulisan yang disusun secara kasar. Pada kegiatan ini penulis lebih mengutamakan isi tulisan dari pada tata tulisnya sehingga semua pikiran, gagasan, dan perasaan dapat dituangkan ke dalam tulisan.

3. Tahap Revisi 

Merevisi berarti memperbaiki, dapat berupa menambah yang kurang atau mengurangi yang lebih, menambah informasi yang mendukung, mempertajam perumusan penulisan, mengubah urutan penulisan pokok-pokok pikiran, menghilangkan informasi yang kurang relevan, dan lain sebagainya. penulis berusaha untuk menyempurnakan draf yang telah selesai agar tulisan tetap fokus pada tujuan.

4. Tahap Penyuntingan 

Pada tahap penyuntingan penulis mengulang kembali kegiatan membaca draf. Tulisan pada draf kasar masih memerlukan beberapa perubahan. Kegiatan selama tahap penyuntingan adalah meneliti kembali kesalahan dan kelemahan pada draf kasar dengan melihat kembali ketepatannya dengan gagasan utama, tujuan penulisan, calon pembaca, dan kriteria penerbitan.

5. Tahap Publikasi 

Tahap publikasi merupakan tahap paling akhir dalam proses menulis. Dalam tahap ini yang dilakukan adalah memublikasikan tulisannya melalui berbagai kemungkinan misalnya mengirimkan kepada penerbit, redaksi majalah, dan sebagainya. Dapat pula dengan berbagi tulisan dengan berbagai pembaca.




      Manfaat dari Menulis :

1. Memiliki efek menenangkan

Menulis kalimat seperti, "Aku akan lebih damai" setidaknya 20 kali per hari benar-benar memiliki dampak positif bagi otak, terutama untuk orang-orang dengan gangguan defisit perhatian.

2. Mengkoordinasikan otak kiri dan otak kanan

Menulis font klasik yang indah dapat membantu Anda dalam mengkoordinasikan otak kiri dan otak kanan. Cara ini tentu bisa membantu meningkatkan kemampuan otak Anda.

3. Meningkatkan keterampilan kognitif

Bagi anak-anak, menulis dengan tangan bisa menjadi alat dalam meningkatkan keterampilan kognitif.

4. Meningkatkan kreativitas

Memainkan pena di atas kertas dapat mendorong Anda untuk menjadi lebih kreatif, karena itu akan menjadi proses yang lebih lambat dari sekedar mengetik sesuatu pada keyboard.

5. Meningkatkan memori

Anda lebih sering menggunakan laptop untuk mencatat tugas karena merasa itu lebih cepat. Tetapi, bagaimana jika menulis dengan tangan benar-benar bisa membantu Anda untuk mengingat semua catatan Anda? Banyak psikolog percaya bahwa menulis sesuatu dengan tangan memiliki efek yang lebih tahan lama pada memori. Dan ini berlaku untuk orang dewasa dan anak-anak.

Inilah lima manfaat menulis dengan tangan untuk otak. Ada sejumlah studi yang menunjukkan bahwa selama masa perkembangan, anak-anak yang rajin menulis dengan tangan memiliki retensi memori yang lebih baik.

 

 

 




 


Senin, 01 Februari 2016

Musik Saya


      Musik adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama Walaupun musik adalah sejenis fenomena intuisi, untuk mencipta, memperbaiki dan mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni. Mendengar musik pula adalah sejenis hiburan. Musik adalah sebuah fenomena yang sangat unik yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik.

 Ada beberapa jenis-jenis musik, antara lain sebagai berikut :

Blues

Blues adalah genre musik yang berasal dari masyarakat Afrika-Amerika dan lahir sekitar akhir abad ke-19. Ciri-ciri musik blues adalah lirik awalnya yang terdiri dari satu baris yang diulang empat kali. Meskipun ciri tersebut hanya ada pada dekade pertama abad ke-20. Pola musik blues sekarang disebut pola AAB. Musik ini juga berkaitan dengan musik keagamaan masyarkat Afro-Amerika yang kebanyakan merupakan rohaniawan. Sebelum abad ke-20, musik Blues hanya populer di kalangan orang Amerika berkulit hitam.

Country

Musik country adalah genre musik populer di Amerika yang berasal dari Amerika Serikat selatan tepatnya di Atlanta dan Georgia pada tahun 1920. Ciri khas musik country adalah sebagian besar menggunakan instrumen string seperti banjo, gitar akustik, gitar listrik, biola, dan harmonika. Istilah “country” baru populer pada tahun 1940-an. Musik ini juga identik dengan koboi. Musik ini enak didengar saat melakukan perjalanan jauh dan mengawali hari. Salah satu artis yang populer karena genre musik ini adalah Taylor Swift.

Electronic

Musik electronic adalah musik yang secara keseluruhan menggunakan alat musik elektronik dan teknologi musik elektronik. Contoh alat musik elektronik adalah telharmonium, organ hammond, dan gitar listrik. Pengolahan musik electronic dilakukan dengan menggunakan perangkat seperti theremin, synthesizer, dan komputer. Musik jenis ini sering dimainkan di diskotik atau saat berpesta.

Hip Hop

Musik hip hop adalah genre musik yang terdiri dari musik berirama dan bergaya yang biasanya terdapat rap dan vokal ritmis. Vokalis biasanya membaca lirik lagu seperti membaca biasa namun dengan ritme tertentu. Hip-hop biasanya dikaitkan dengan break dance, beat box, dan grafiti. Budaya musik hip hop dimulai pada tahun 1970-an.

Jazz

Jazz adalah aliran musik yang berasal dari masyarakat Afrika-Amerika pada akhir abad ke-19. Musik ini dikenal memiliki alunan yang merdu. Musik ini mendapatkan pengaruh besar dari budaya Afrika Barat dan Eropa.

Pop

Istilah “pop” berasal dari “populer” adalah bentuk modern dari rock and roll. Musik pop terbentuk pada tahun 1950-an. Musik ini lebih lembut dari rock and roll. Genre musik ini menjadi genre musik paling populer di dunia.

R & B

R & B (atau RnB) atau singkatan dari “rhythm & blues” adalah genre yang cukup populer yang berasal dari musik Afrika-Amerika pada tahun 1940-an. Satu band RnB biasanya terdiri dari pianis, satu atau dua gitaris, vokalis, bass, drum, dan saxophone. Lirik lagu ini sangat fokus pada tema-tema kemenangan dan kegagalan dalam hal hubungan, kebebasan, ekonomi, aspirasi, dan seksual.

Rock

Musik rock adalah genre musik populer yang berasal dari musik rock and roll di Amerika serikat pada tahun 1950-an. Musik ini mendapat pengaruh dari blues, jazz, klasik, dll. Musik rock fokus pada gitar listrik. Satu grup musik rock terdiri dari gitar bass, gitar listrik, dan drum. Liriknya sering menekankan tentang cinta romantis atau polotik dalam tekanan. Kebanyakan pemainnya adalah laki-laki.

Klasik

Musik klasik adalah seni musik yang berakar pada tradisi musik Barat. Genre musik ini sudah ada sejak abad ke-11. Tokoh musik klasik yang terkenal seperti Johann Sebastian Bach dan Beethoven

Reggae

Musik reggae adalah genre musik yang berasal dari Jamaika pada akhir tahun 1960-an. Musik ini dipengaruhi oleh jazz Amerika dan RnB. Gaya musik reggae menggabungkan beberapa unsur musik RnB, jazz, mento, calypso, musik Amerika Latin, dan musik Afrika. Salah satu elemen yang paling mudah dikenali dari musik reggae adalah ritme offbeat yang berasal dari gitar atau piano meskipun gitar bass sering berperan dominan dalam reggae.

 Itulah beberapa jenis musik yang saya ketahui.

 

   " Musik adalah duniaku,jika aku mendengarkan musik aku seperti berada dalam angka-angka nada. Musik dapat mengubah hati seseorang,jika seseorang itu sedih maka musik bisa mengubahnya menjadi gembira. 

    Jadi buatlah rangkaian-rangkaian musik mu, dan kreasikan dan tunjukkan pada dunia bahwa duniamu sungguh luar biasa indah".


 

 









 


Kamis, 14 Januari 2016

Puisi


Trimakasih Sahabatku
Punya teman adalah hal yang biasa, tapi menjadikannya seorang sahabat itu luar biasa. Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi. Dialah ladang hati, yang ditaburi dengan kasih dan dituai dengan penuh rasa terima kasih, karena sahabat adalah naungan dan pendianganmu. Namun sahabat bukan sekedar sahabat, kita senantiasa mencarinya untuk bersama menghidupkan sang waktu, bukan mencarinya untuk sekedar bersama dalam membunuh waktu. Dialah sahabat yang mengisi kekurangan kita, bukan mengisi kekosonganmu dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa riang dan kegembiraan.
Dialah sang sahabat yang pernah aku temui, yang setia dari dulu hingga sekarang aku telah menginjak bangku SMA. Senang rasanya punya sahabat yang punya segudang ilmu sepertinya. Namun, aku hanya bisa bertemu dengan sang sahabat ketika di sekolah saja, kami tidak pernah sekali pun melakukan komunikasi saat di rumah, tapi itu semua tak membuat persahabatan kami menjadi renggang.
“Aku ingin sekali melihat indahnya negeri Nagasaki, Jepang.” gerutuku pada sahabat.
“Kamu mau ke Jepang?” tanya sang sahabat.
“Aku mau sekaliii.. Aku ingin pergi bersamamu.” jawabku.
“Jangankan Jepang, aku akan membawamu keliling dunia.” Jawab sang sahabat.
Itulah kata sang sahabat padaku di suatu siang saat aku sedang bersama sang sahabat.
Malam semakin larut, seisi rumahku sudah sedari tadi tertidur pulas, namun aku tak kunjung merasakan beratnya menahan kantuk ku raih buku yang tadi siang dipinjamkan sahabatku. “Pesona Bawah Laut NTT.” Sang sahabat banyak meminjamkan bukunya untukku tentang keberagaman Indonesia. Dan kini sang sahabat kembali meminjamkan buku tentang pulau Raja Komodo.
Ku buka buku itu lembar demi lembar, ku cermati gambar demi gambar, ku baca dengan tenang dan perlahan setiap katanya hingga aku merasa seakan benar-benar berada di sana. Namun tiba-tiba, ding, dung, ding, dung suara itu membuatku kaget dan sontak terbangun. Alarm si biang keroknya. Namun, aku kaget bukan kepalang saat ku lihat jam telah menunjukkan pukul 7 pagi. Ternyata semalam aku ketiduran saat membaca buku dari sahabatku. Aku bergegas mandi dan segera berangkat ke sekolah.
Sialnya aku hari ini. Sudah bangunnya kesiangan, telat masuk kelas, dihukum guru mapel lagi. Aduh lengkap sudah penderitaanku hari ini, selengkap menu makan siangku nanti. Tapi, itulah balasan dari ketidakdisiplinanku. Sebenarnya sang sahabat sudah sering kali mengingatkanku agar selalu disiplin dalam hal apa pun. Tapi inilah aku, aku tak bisa menjadi orang lain seperti sang sahabat, dan orang lain belum tentu bisa menjadi sepertiku termasuk sang sahabat.
Dreng, drung, drung bel tanda istirahat pertama berbunyi. Seluruh siswa di dalam kelas berhamburan ke luar semacam itik kelaparan yang dibuangkan makan oleh tuannya. Namun, ku lihat sang sahabat tak berkutik apalagi bergerak. Aku pun menghampirinya bermaksud mengembalikkan buku yang sempat ku pinjam darinya kemarin. Tampaknya sang sahabat terlihat begitu bahagia. Asisten sang sahabat kemudian menegurku.
“Sang sahabat lagi bahagia.” kata asisten.
“Apa gerangan engkau berkata seperti itu?” tanyaku.
“Tahukah engkau, sang sahabat telah berhasil membawamu keliling Indonesia, tidakkah kamu menyadari?” kata asisten.
“Maksudnya apa?” tanyaku balik pada asisten.
“Kamu telah banyak membaca buku sang sahabat, buku yang kemarin kamu pinjam adalah buku terakhir tentang keberagaman Indonesia.” kata asisten.
“Jadi?” tanyaku.
“Jadi, sekarang kamu sudah tahu banyak tentang Indonesia, bahkan sampai ke pelosok-pelosoknya, itu berarti secara tidak langsung kamu telah berkeliling Indonesia.” jelas asisten.
“Benarkah? Aku tak pernah menyadarinya, tapi aku sangatlah bahagia. Dan…” aku mengakhiri perkataanku.
“Dan apa?” Tanya asisten.
“Sang sahabat pernah bilang, kalau ia akan membawaku untuk melihat Jepang, aku ingin sekali ke sana.” kataku dengan nada sedih.
“Belajarlah dahulu. Suatu saat nanti impianmu pasti terwujud, yakinlah!!!” Begitulah asisten meyakinkanku kalau aku pasti bisa melihat indahnya kota Jepang.
Aku kembali ke kelas dengan membawa sebuah buku baru yang kembali ku pinjam dari sang sahabat. Aku akan belajar seperti kata asisten agar secepatnya aku bisa melihat indahnya kota Jepang. Sepulang sekolah aku menyempatkan diri menemui sang sahabat walau hanya di ambang pintu, karena itulah waktu terakhir aku melihat sang sahabat sepulang sekolah, esok aku kembali menemuinya.
“Aneka Makanan Lembut.” itulah buku dari sang sahabat, cocok untukku yang sedang lapar. Ku pratekkan cara membuat kue lembut sesuai petunjuk dari buku. Hasilnya memang tak sama tapi enaknya melebihi dari gambar yang ada. Akhirnya satu resep pun berhasil, akan ku ceritakan hal ini pada sang sahabat, aku yakin sang sahabat pasti sangat bahagia.
Fajar kembali menemuiku dengan gairah segar kehidupan, ku mulai kembali aktivitas hari ini. Sebuah kendaraan beroda empat tapi bukan mobil avanza, Ayla, Honda Jazz apalagi mobil Lamborgini, tapi hanyalah sebuah bendi sederhana yang selalu mengantarku setiap kali ke sekolah dan menjemputku di saat pulang. Sesampainya di kelas, ternyata kelas sangat ramai, semuanya asyik bercerita entah ada apa lagi ini. Aku segera menghampiri salah seorang temanku yang terlihat sangat semangat bercerita. Yusi namanya.
“Ada apa, kok pagi-pagi ramai begini?” tanyaku.
“Ini ada info terbaru, pekan depan kita akan ujian massal.” Jawab Yusi.
“Oh. Kirain ada apa..” Kataku sambil duduk di kursiku.
“Ini saatnya ku buktikan pada sang sahabat.” gumamku dalam hati.
“Hey kok ngelamun ada apa?” kata Yusi.
“Eh nggak apa-apa kok, aku ke luar dulu yah, daaahh.” jawabku sambil berlari melambaikan tangan.
Aku berlari sekencang-kencangnya, untuk menemui sang sahabat. Setibanya di kelas sang sahabat, asisten segera menyapaku, di tengah-tengah aku berusaha mengumpulkan kembali napasku.
“Ada apa kamu ke sini? Kamu terlihat sangat bahagia.” kata Asisten.
Orang ngos-ngosan malah dikiranya bahagia. Dengan polosnya aku berkata.
“A..aa..kuu me..maangg lagii.. baa..haagiaa.” kataku sambil terbata-bata karena masih ngos-ngosan.
“Duduk sini! Biar aku ambilkan minum dulu.” kata asisten.
“Nggak usah. Aku ke sini cuma mau kasih tahu kalau pekan depan itu akan diadakan ujian massal. Apakah sang sahabat sudah tahu?” kataku dengan serius.
“Sang sahabat sudah tahu, makanya sang sahabat menyuruhku untuk menemuimu, tapi kamu malah datang sendiri.” kata asisten sambil tersenyum.
“Haa? tumben sang sahabat menyuruhmu menemuiku, ada apa memang?” tanyaku dengan nada sinis.
“Sang sahabat berpesan, kalau kamu harus belajar dengan baik, buktikan kalau kamu bisa!!! Jangan buat sang sahabat kecewa padamu, sang sahabat telah banyak meluangkan waktunya untukmu. Ingat pula, mintalah doa restu pada kedua orangtuamu, apalagi kepada Ibumu jangan buat orangtuamu ikut kecewa, berusahalah sebaik mungkin, dan berdoa kepada Tuhan. Yakinlah bahwa ketika kita sudah berusaha, pastilah Tuhan akan menunjukkan jalan, asalkan kejujuran kau junjung tinggi. Ingatlah perjuangan orangtuamu dalam menyekolahkanmu, tidakkah engkau merasa bersalah, ketika engkau gagal?” jelas asisten.
Dan tanpa ku sadari air mataku jatuh berlinang membasahi pipiku. Nasihat tadi bagaikan petir yang seketika menyambarku. Tubuhku terasa kaku, tak bisa digerakkan sedikit pun, seakan diriku mati seketika, namun asisten kembali lanjut bercerita.
“Oh ya kamu jangan sesekali mencoba untuk berbuat curang, ketahuilah kecurangan akan membuatmu menemui jurang kehancuran. Camkan baik-baik.” Kata asisten.
“Sampaikan ucapan terima kasihku pada sang sahabat, yang telah membangkitkan semangatku. Aku berjanji tidak akan membuat orangtua dan sahabatku kecewa padaku, karena itu sama saja aku membunuh diriku sendiri.” jawabku sambil menangis.
“Baguslah kalau kamu berpikir seperti itu. Dan ada satu lagi?” lanjut asisten.
“Apa lagi?” jawabku keheranan.
“Hapuslah air matamu itu, janganlah terlihat lemah di depan teman-temanmu.” Kata asisten. Aku hanya tersenyum menanggapinya dan berlari menjauh dari asisten sang sahabat.
Tak terasa waktu untuk ujian massal tiba. Waktu seakan dipercepat seratus persen dari sebelumnya, seandainya aku mampu mengulang waktu yang berlalu, mungkin tak akan terjadi yang namanya ujian massal. Namun, apa daya aku hanyalah manusia biasa yang digeluti seribu satu macam kekurangan.
“Jangan menyerah sahabatku kamu pasti bisa!!! Hadapi semua yang ada di depan dengan penuh rasa percaya diri. Ingatlah kedua orangtuamu, ingatlah mereka, demi mereka kamu harus bisa, jangan buat mereka kecewa, karena sepenuhnya harapan orangtuamu ada pada dirimu.” Kata-kata dalam mimpi itu membangunku dalam tidur lelapku. Meski mata ini masih terasa sangat berat untuk terbuka, namun ku paksakan mata ini untuk terbuka selebar dunia, berharap asa akan datang.
Dengan langkah penuh semangat aku berangkat ke sekolah menjalani ujian massal. Bermodal tekad yang kuat aku yakin kalau aku pasti bisa! Ketika si polos sang lembar jawaban dibagikan, jantungku berdetak kencang, apalagi saat si monster soal dibagikan aku terasa mati dihantam badai pasir, pikiranku jadi kacau namun aku berusaha menenangkan diri sebelum menjawab soal dan berdoa kepada sang Maha Pemberi Kemudahan.
Berhubung ujian hari ini adalah matematika, maka aku harus berpusing-pusing tujuh keliling, delapan tanjakan, sembilan belokan untuk mengeluarkan rumus-rumus jitu penakluk sang monster, dan berkat rumus-rumus itu akhirnya aku bisa menyelesaikan soal ujian hari ini. Setelah ujian seisi ruangan kosong, hanya ada aku seorang diri dan tak lama asisten datang menghampiriku.
“Gimana ujian matematikanya?” tanya asisten.
“Yah begitu.” jawabku dengan muka datar.
“Begitu bagaimana? Certain dong!!!” bujuk asisten.
“Maaf ya, jika kamu datang atas perintah sang sahabat, aku mohon beri tahu kepadanya kalau aku tak akan bercerita sebelum semuanya selesai.” Jawabku.
“Baiklah kalau itu maumu. Tapi, sang sahabat ingin mendengar berita bahagia darimu, ketika berita bahagia itu tiba, sang sahabat akan memberi hadiah.” Kata asisten menjelaskan.
“Benarkah apa yang kamu katakan barusan?” tanyaku dengan nada tergesa.
“Yah. Makanya belajarlah dengan baik. Sampai jumpa.” kata asisten sambil pergi meninggalkanku. Aku janji akan berusaha dengan baik agar bisa membuat orangtua dan sahabatku bahagia.
Hampir seminggu tidak bertemu sang sahabat, aku sangat rindu padanya, rindu dengan segala hal yang ada pada dirinya, aku sudah tidak sabar untuk menemuinya sehabis ujian terakhir hari ini. Ujian terakhir hari ini adalah ekonomi, pelajaran kesukaanku aku berharap bisa menjawab soalnya dengan baik. Dreng, drung, drung bel tanda ujian berakhir pun berbunyi. Aku segera mengumpulkan soal dan lembar jawabanku. Aku yang tadinya berencana menemui sang sahabat, tidak jadi karena suatu hal yang sangat mendesak untukku cepat pulang ke rumah.
Seminggu kemudian hasil ujiannya telah ke luar dan dipajang dengan lebarnya pada papan pengumuman. Ku lihat dan ku cermati baik-baik satu persatu nama dan akhirnya terlihat sebuah nama yang terpampang jelas berketerangan merah. Aku sangat kaget melihat hal itu aku tak menyangka akan seperti ini hasilnya. Aku gagal, aku gagal memenuhi janji pada orangtua dan sahabatku.
Bagaimana jika mereka tahu, aku tidak bisa membayangkan betapa marah dan kecewanya mereka terhadapku. Aku jatuh tersungkur di hadapan papan pengumuman itu, aku tak malu dilihat banyak orang, karena aku lebih malu kalau semua ini diketahui oleh sang sahabat. Aku menangis sekeras-kerasnya, air mataku tak dapat lagi ku bendung. Terlihat ada seseorang yang mengulurkan tangannya untukku.
“Bangunlah, jangan seperti ini.” kata orang itu. Aku segera bangkit dan ternyata itu adalah asisten.
“Asisten, kaukah itu?” tanyaku dengan masih berlinang air mata.
“Ya, sang sahabat ingin bertemu denganmu sekarang juga.” kata asisten.
“Tidak!!! Aku tidak mau bertemu sang sahabat. Sang sahabat pasti akan marah padaku.” Jawabku sambil menangis sejadi-jadinya.
“Pergilah saja dulu.” kata asisten. Tanpa sepatah kata yang ke luar dari mulutku, aku menuruti kata asisten. Setibanya di sana sang sahabat menghampiriku di depan pintu.
“Maafkan aku, aku belum bisa menepati janjiku, aku gagal dalam ujian kali ini.” ucapku sambil berlutut di depan sang sahabat. Tapi, sang sahabat tak juga bereaksi.
“Aku mohon maafkan aku.” ucapku lagi.
“Sang sahabat masih kecewa padamu, kau ke manakan semua ilmu yang sang sahabat beri selama ini?” tanya asisten.
“Maafkan aku, aku belum bisa membuat sang sahabat bahagia, aku mohon maafkan aku.” pintaku berulang kali pada sang sahabat. Tapi sang sahabat malah menangis.
“Asisten aku mohon! Berilah penjelasan pada sang sahabat, tolong maafkan aku.” ucapku lagi.
“Sang sahabat pasti akan memaafkanmu ketika suatu saat nanti engkau bangkit dari keterpurukanmu ini.” kata asisten.
“Jadi, bagaimana dengan hadiah yang ia janjikan padaku?” tanyaku.
“Mungkin sang sahabat belum bisa menepatinya.” jawab asisten.
“Jadi, kapan sang sahabat akan membawaku ke Jepang?” tanyaku.
“Suatu saat nanti bila engkau berhasil, dengan sendirinya kamu akan ke sana, tapi ingat jangan lupakan sahabatmu di sini.” jawab asisten.
“Tapi, aku ingin pergi bersamanya, bersamanya aku akan melihat Jepang.” ucapku setengah menangis.
“Dengan kamu ke sana, maka sang sahabat juga akan tetap ke sana mengikutimu, lewat kamulah sang sahabat pergi.” Jawab asisten.
“Belajarlah dengan baik, dengan ilmumu kamu akan melihat indahnya kota Jepang, lakukanlah!!! Demi kedua orangtua dan sahabatmu.” ucapnya lagi.
“Tapi, aku tidak bisa melakukan semua ini sendirian.” keluhku pada asisten.
“Kalau kamu mau dimaafkan, lakukanlah! Demi orangtua dan sahabatmu.” ucap asisten.
Tapi, aku masih tidak percaya kalau aku akan bisa menjalaninya tanpa bantuan sang sahabat. Berhari-hari aku berada dalam keterpurukan karena kegagalan yang aku alami. Aku sangat kecewa, aku tak pernah menyangka akan seperti ini jadinya padahal aku telah berusaha sekuat tenaga. “Ah, Tuhan memang tidak adil padaku, kenapa aku dibuat gagal seperti ini.” Hati ini menjadi gelisah, galau, dan gundah. Namun, aku heran pada kedua orangtuaku mengapa mereka malah menyemangatiku bukannya marah padaku. Ibu bapak tak henti-hentinya memberiku semangat, hingga aku benar-benar mampu berpijak kembali.
Sekolah kembali dimulai, hari itu sang sahabat tak datang ke sekolah. Aku mengerti akan hal itu pasti sang sahabat masih kecewa padaku. Tapi, kenapa dia tak bisa menghilangkan rasa kekecewaannya itu? Apakah menghilangkan kekecewaan itu susah? Dan apakah memaafkan seseorang itu juga susah? Seribu satu macam pertanyaan ada dalam benakku hanya waktulah yang dapat menjawab semuanya.
“SMA Tunas Bangsa, SMA terbaik seprovinsi Sulselbar. Agar mempersiapkan diri karena akan diadakan seleksi pemilihan siswa terbaik dan yang terpilih akan berangkat untuk pelaksanaan pertukaran pelajar ke Jepang.” Begitulah berita harian utama Koran Sindo. Aku yang membaca berita itu kaget namun sedikit bahagia karena aku menemukan setitik cahaya untuk mewujudkan impianku selama ini. Pagi-pagi sekali aku menemui sang sahabat namun sang sahabat belum datang. Aku pun memperlihatkan berita itu pada asisten.
“Ide yang bagus! Kamu harus belajar dengan baik jangan sampai kamu gagal, kamu harus terpilih dalam seleksi ini!!” kata asisten.
“Tapi aku tak begitu yakin dengan kemampuanku. Akan ku lupakan dan ku kubur dalam-dalam mimpi itu.” jawabku.
“Jangan! Jadikanlah ini sebagai hadiah untuk sang sahabat, karena aku yakin berita ini pasti belum diketahui olehnya.” ucap asisten.
“Kenapa kau begitu yakin dengan ini semua?” tanyaku.
“Aku yakin!!! Karena kau tak bisa diragukan. Aku tahu kau pernah gagal, tapi bukan karena kita sudah gagal kita sudah tidak mau berusaha untuk berhasil. Orang hebat itu bukanlah dia yang berhasil, tapi orang hebat itu adalah dia yang pernah gagal dan bangkit lagi.” Yakin asisten.
“Cobalah, jangan ragu!” ucapnya lagi. Aku mengangguk mendengar pencerahan asisten pagi itu.
Hari demi hari aku berusaha belajar dengan baik, semua refensi pembelajaran ku pakai, tak terkecuali buku-buku sang sahabat. Hingga tibalah saat yang aku tunggu-tunggu waktu penyeleksian siswa perwakilan pertukaran pelajar. Aku berharap tesnya berjalan lancar dan membuahkan hasil yang memuaskan. Dua jam setelah tes hasil akhirnya pun diumumkan di hadapan semua calon siswa pertukaran pelajar, kepala sekolah sendiri yang akan mengumumkan hasilnya.
“Hari ini adalah hari yang sangat, dan pastinya sangat ditunggu-tunggu tak terkecuali saya sendiri. Dan langsung saja saya umumkan yang lolos seleksi tahun ini adalah selamat kepada ananda Deanda Reisya Ranaya Bakri.” dengan lantang nama itu disebutkan, aku langsung sujud syukur. Aku tak menyangka namaku disebutkan dan secara resmi akulah sebagai siswa yang diutus untuk pertukaran pelajar ke Jepang. Akhirnya mimpiku untuk melihat indahnya kota Jepang terwujud.
Semua ini berkat usahaku yang tak henti-henti dan doa kedua orangtua, dukungan sang sahabat dan asisten, serta berkat buku-buku yang aku pinjam di perpustakaan sekolah selama ini yang ku jadikan sebagai sang sahabat sejatiku. Terima kasih sahabatku engkau telah menepati janjimu padaku, kini aku berhasil melihat indahnya Jepang dan bukan hanya itu, berkat membaca buku-buku dari perpustakaan, dunia kini berada dalam genggamanku.
“Dari sekian banyak ilmu yang engkau beri kepadaku, hanya inilah balasan yang dapat aku lakukan padamu, kau akan selalu ku kenang dalam raga dan jiwa ini.” Gumamku dalam hati.
Terima kasih perpustakan sebagai sang sahabatku, engkau selalu ada dalam jiwa ini, terima kasih pula atas segenap waktumu untukku.

Senin, 11 Januari 2016

Cinta Sang Pemimpin

Apa yang bisa kita lakukan ketika hati ini berani menjelajahi hati seorang pemimpin? Tidak, Aku tidak mencintai seorang Presiden dan jangan beranggapan aku mencintai anggota DPR, Gubernur, Walikota dan sebagainya. Tolong, jangan sampai berpikiran seperti itu!
 
Aku hanyalah seorang  anak lima belas tahun yang masih bau kencur. Kata mamah cintaku ini tidak akan berlangsung lama. Ah, tapi banyak kok cinta SMA yang berakhir dipelaminan. Oke sip,  belum waktunya bicara soal  pelaminan.
 
Namaku Rachel Wimmia, Aku adalah seorang gadis dengan tempramen laki laki. Aku kuat, jarang menangis, ambisius, jago karate dan aku tidak suka berdandan. Itu menjijikan. Ingat ya, menjijikan. Aku tidak suka dengan rambutku yang tipis dan panjang, ingin rasanya ku potong, bahkan jika mamah mengizinkan aku ingin mengubah rambutku menjadi Mohawk. Ketika SMP, semua orang segan padaku, bahkan mereka semua tidak ada yang berani menatap mataku. Rachel di lawan, haha.
 
Tapi semua itu dulu, sekarang sudah beda lagi. Semenjak aku bertemu bertemu dengannya, iya dia. Laki laki yang membuka kegiatan Masa Orientasi Sekolah (MOS) pada saat itu. Ia memiliki tinggi semampai, berkulit hitam manis dan memakai kacamata.
 
‘’Duh, eneng ga kuat liatnya’’. Decakku saat itu, ia berada di pendopo sekolah sambil mengeluarkan aspirasi-nya sebagai seorang ketua Osis.
 
‘’Semoga kalian nyaman ya’’. Ucapnya sambil tersenyum. Ah manis sekali.
 
 
‘’DEG DEG DEG’’.
 
Jantungku berdetak begitu cepat. Getaran-nya seperti blender yang sedang beroprasi. Begitu cepat, sangat cepat. Dan perlu di ketahui, dia adalah cinta pertamaku, sungguh.

Nama laki laki itu adalah Farel Prabaswara, ia adalah ketua Osis yang dikenal ramah dan sangat bijaksana, bonusnya dia tampan. ayolah, bukan aku saja yang berpikir seperti itu, namun hampir seluruh gadis disekolah ini menyukainya, jadi aku mulai memasang peluru jika ada seseorang yang menghalangiku.

Ku dengar, Ka Farel tidak punya pacar, namun ia sering dikait kaitkan dengan salah satu anak palang merah muda (PMR) bernama Luna.

Kalian tahu apa pikiranku saat itu? Aku berpikir kisah MY HEART yang dulu diperankan oleh Acha S (Luna) Nirina Z (Rachel) dan Irwansyah (Farel) itu nyata! Apa kisah itu akan berakhir sama seperti cintaku? Tapi tunggu dulu….
 
Aku meninggal dong? :(
 
‘’Ah aku ga percaya kalau kisah cinta aku bakal berakhir kaya di film My Heart’’. Kataku sambil memukul meja.

‘’Soalnya si Ka Luna itu Sakit tau, ga tau deh sakit apa, katanya sih sakit parah’’. Kata si biang gosip, Anna. Dia teman sekelasku yang mengetahui banyak gosip seputar sekolah.
 
Semenjak saat itu, aku mulai bergerak, bergerak ke tingkat selanjutnya. Mungkin Anna dan kalian yang membaca ini akan mengira aku gila dan tidak tahu diri, tapi percayalah, ini cinta pertamaku dan aku harus mendapatkannya.
 
Aku melakukan hal hal yang ka Farel suka, aku mulai mengikuti pendaftaraan anggota Osis bahkan aku mengubah tampilanku hanya untuk dirinya. Namun ia tidak kunjung melirik-ku.
 
‘’Rel, kita makan bakso di kantin yuk, aku teraktir deh’’. Kata Ka Luna memeluk lengan Ka Farel. Wanita itu benar benar berani.

Cih, benar benar cari perhatian, centil. Jadi mau main kotor? Oke, siapa takut.
‘’Nanti dulu deh Lun, aku mau kasih proposal dulu ke Bu Dina’’. Tolaknya dengan lembut.
 
HAHA. RASAIN.
 
Sejak saat itu aku mulai berkomitmen untuk terus mengejar Ka Farel seumur hidupku. Memang sih agak berlebihan, tapi jika kau menjadi diriku kau akan mengerti, betapa dalamnya rasa sayangku ini.

Hari ini penggurus osis berkumpul di aula, semua orang sibuk menghias ruangan tersebut  untuk acara Bakti sosial yang akan diadakan besok. Aku sengaja mendekati Ka Farel, siapa tahu iseng iseng berhadiah.
 
‘’Rachel, tolong ambilin pita-nya’’. Kata Ka Farel menatapku, aku menatapnya balik sambil tersenyum, tak lama ia juga tersenyum. Aku yakin ia bingung namun tidak terlalu memasalahkan itu. Kalian tahu? Aku mulai membayangkan jika Ka Farel adalah seorang presiden dan aku adalah istrinya.
 
LUPAKAN RACHEL, KAMU MASIH KECIL
 
‘’ Ka, nanti makan siang dimana?’’. Tanyaku tanpa berbasa basi. Kebayang dong betapa herannya wajah laki laki itu?

‘’Masih nanti de, emang kenapa?’’.

‘’Gapapa, jangan lupa makan ya kak, nanti sakit’’. Kataku lagi sambil memamerkan gigiku. Ia hanya tersenyum. Aku tidak bisa membaca arti senyuman itu, apa ada yang salah?

Aku tidak berhenti sampai disitu. Aku mulai mencari tahu mengenai dirinya lebih dalam, bahkan lebih dalam dari lautan selat sunda.

Apa yang Ka Farel butuhkan aku sanggupkan dengan uang jajanku yang pas pas-an. Pokoknya saat itu yang ku pikirkan adalah kebahagiaannya.
Kebahagianku itu belakangan.

Aku selalu mendekatinya, bila bertemu dijalan aku selalu tersenyum dan jika ia tidak melihatku, aku buat ia melihatku. Aku selalu membantunya, aku selalu disampingnya, ku pikir itu tidak masalahnya sampai akhirnya aku mengetahui sesuatu yang harus aku terima soal cinta pertamaku ini.

‘’Aku agak risih deh sama Rachel’’.

Aku terdiam dibalik pintu aula, aku tak percaya suara yang ku elu elukan itu mengatakan hal yang sama sekali tidak ingin aku dengar.

‘’Dia udah ketahuan banget suka sama kamu Rel, kamu ga mau kejar balik?’’. Tanya suara lain, entah siapa tapi aku yakin ia salah satu penggurus osis juga.
 
‘’Engga deh, aku hargain aja. Dia bukan tipeku’’.
 
JLEB. Aku merasa di tembak tujuh peluru sekaligus tepat dijantungku. Rasa-nya sesak. Padahal hari ini aku mencoba berdandan lebih seperti yang ia inginkan, namun yang aku dapatkan malah kekecewaan.

Aku mengetuk pintu kemudian melangkah maju dengan senyum palsuku. Kulihat tatapan terkejut dari kedua wajah yang baru saja membicarakanku.

‘’Kak, saya mau memundurkan diri dari osis’’. Kataku. Mereka seperti tersentak kaget. Namun aku masih tetap dengan senyumanku.

‘’Kenapa?’’. Tanya-nya seakan peduli, padahal aku yakin di dalam hatinya tidak terlihat seperti itu.

‘’Saya ngerasa waktu saya semakin sempit, belajar saya jadi kurang’’. Kataku lagi, ia menoleh kearah temannya seakan akan berkata ‘’Gimana?’’

‘’Yaudah kalau itu mau kamu, sukses ya’’.

Aku tersenyum, kemudian perlahan pergi meninggalkan mereka.

‘’Apa dia denger ya?’’. Kata Ka Farel pelan, namun aku masih mendengarnya, ku teruskan langkahku ini sampai di depan kelas.
 
Aku adalah seorang gadis yang sulit untuk menangis, namun kali ini tanpa kusadari aku menjatuhkan air mataku, pertama kalinya diumurku yang kelima belas tahun ini.

Jadi begini ya rasanya sakit hati? Rasanya aneh, mataku terus mengeluarkan air mata walaupun aku berkata tidak, nafasku sesak. Aku sakit.

Ku selesaikan misiku untuk mengejarnya. Ku lepaskan cinta pertamaku ini. setidaknya aku tidak ingin menganggunya lagi. Biarkan saja, mungkin aku hanya menjadi beban. Entah kenapa aku jadi membencinya sekarang.

Tapi aku sadar, setiap jam yang aku lewati, setiap hari yang aku alami, seluruh kejadian yang aku hadapi, aku masih memikirkan dirinya. Sesantai apapun aku melihatnya jantung ini seakan mengamuk dan menyuruhku untuk mengejarnya.
 
Aku berjalan menusuri koridor, ku lihat dirinya berjalan berlawan arah denganku, aku hanya diam seakan akan tidak melihat, sampai kurasakan angin yang melewati sebelah tanganku. Aku terus berjalan.

‘’Rachel’’. Panggil seseorang, ku kenal suara itu. Apa iya?

‘’Kenapa Ka?’’. Aku menahan segala rasaku ini. ku tahan sekuat mungkin.

‘’Bisa bicara sebentar?’’. Tanyanya. Aku terdiam seakan berpikir. Kemudian aku meng-iya-kan nya.

Kami duduk di kantin. Tepatnya duduk di depan kedai mie ayam mang Jali. Mie ayam kebanggakan murid murid di sekolahku.

‘’Kamu menghindar dari aku ya?’’.

‘’Hah?’’. Aku terkejut. Kau lihat sendiri kan? Ia berkata ‘’Aku’’ yang pada biasanya ia sering berkata ‘’Saya’’

‘’Maaf aku ga sopan, engga ko aku ga menghindar’’.

Tidak usah munafik, aku akui memang aku masih menyukai-nya jadi wajar kan jika aku juga berkata ‘’Aku’’ padanya?

‘’Oh bagus deh, aku pikir kamu menghindar’’.
 
‘’Farel’’.

Oh ya tuhan, kenapa sih dia selalu datang disaat yang tidak tepat?

‘’Kenapa lun?’’. Tanya-nya. Luna mengibaskan rambutnya yang menghalangi pandangannya.

Astaga, rambut itu sangat bagus. Aku iri. Pantas saja Ka Farel betah.

‘’Mau makan ya?’’. Tanyanya. Ka Farel menoleh kearahku.

‘’Terserah Rachel’’.

‘’LOH?’’.

Terlihat sekali perbedaan ka Farel dari waktu ke waktu, ku perhatikan caranya menatapku dan caranya berbicara. Benar benar beda.

‘’Aku nanti aja deh’’. Jawabku.

‘’Yaudah aku juga’’.

Aku terdiam, Ka Farel terdiam, Luna juga begitu.

‘’Ayo Rachel kita pindah’’. Katanya sambil meraih tanganku.

‘’Loh? loh? loh?’’.

Aku dan Ka Farel pergi meninggalkan Kantin dengan tangannya yang masih menggenggam tanganku. Orang orang memperhatikan kami, malu sih, tapi kapan lagi?
 
‘’Ka kita mau kemana?’’. Tanyaku, ia melepaskan genggaman-nya. Entah mengapa aku jadi menyesal telah bertanya.

‘’Maaf yah tadi’’.

‘’Soal Apa?’’.

‘’Luna’’.

‘’Kenapa Luna?’’.

‘’Kok kamu pura pura ga tau sih? Aku tau kok kamu ga suka sama dia, makanya  aku ajak kamu pergi dari sana’’.

Aku terdiam. Kenapa Ka Farel bisa tahu kalau aku tidak menyukai Luna? Setahuku yang mengetahui hal ini hanya Anna. Ku ingat ingat lagi kejadian kejadian yang janggal dari Anna.

‘’Maaf yah kalau gua comel’’
‘’Kayaknya lo bakal dapet yang lo mau deh’’
‘’Lo ga bakal nyangka’’
‘’Pokoknya lo bakal tahu nanti’’.

Semua kata kata Anna teringat dalam memoriku. Ah, apa jangan jangan…..
‘’Aku kangen kamu Rel, kenapa sih harus keluar osis?’’.

Aku terdiam.

‘’Aku tahu kamu pasti kaget aku ngomong kaya gini, tapi aku suka sama kamu’’.

Ya tuhan……..

Aku ga salah denger? Ketua osis naksir aku loh? Eh tolong eh, butuh oksigen.
‘’Kok bisa?’’. Tanyaku sepolos polosnya.

‘’Ga tau’’. Jawabnya.

‘’Bukan karna kasihan kan?’’. Tanyaku. Dia langsung menatapku serius dan aku pun terkejut. Ah dia itu memang suka bikin kaget.

‘’Engga, aku udah berusaha buat ga peduli, tapi aku malah jadi penasaran, terutama temen kamu yang suka ceritain tentang kamu’’.

‘’Siapa? Anna?’’. Tanyaku dan ia mengangguk. Sudah kuduga.

‘’Kamu udah?’’.

‘’Belom kok kak, aku belum move on’’. Kataku langsung membatahnya, padahal ia belum selesai bicara. Duh. Dia tertawa sambil mengelus rambutku.
Dia Ganteng. Sumpah.

Aku malu untuk menceritakan hal selanjutnya, karna pasti kalian tidak akan percaya jika aku bilang aku ini pacarnya ketua osis. Pasti kalian tidak akan percaya. Yasudahlah.

Pesan moral dari kisah ini adalah ‘’Jangan berhenti menyerah karena usaha yang telah kita perjuangkan tidak ada yang benar benar gagal’’.
Love,

Rachel

Jumat, 27 November 2015

Profil Choi Minho

 CHOI MINHO
Choi Minho adalah idola Korea Selatan yang juga penyanyi, rapper, penari, aktor, model, penulis lirik, model promosi, pembawa acara, dan penyiar radio.
Lahir: 9 Desember 1991 (23 tahun), Yeonsu District
Nama Panjang : Charismatic Flame Minho
Grup musik: Shinee (sejak 2008), SM Town (sejak 2008), SM The Performance (sejak 2012)
Education: Konkuk University (Film Major)

Languages: Korean, Japanese, Chinese, English

TV Shows

Movies

Berikut foto-foto Choi minho . 



















Senin, 16 November 2015

Tugas Softskils Semester 1


STUDENTSITE adalah Salah Satu Website Yang Dimiliki Universitas Gunadarma,yang bertujuan untuk mempermudah mahasiswa Gunadarma untuk melihat segala informasi serta kegiatan di Universitas Gunadarma.

Fitur-fitur yang ada di Studentsite :
  1. Locker : Berfungsi untuk menyimpan pesan dari dosen kepada siswa yang bersangkutan. Dengan Locker ini mahasiswa bisa tahu semu hal yang terkait dengan Universitas Gunadarma.
  2.    Address Book : Dimanfaatkan untuk mengelola alamat-alamat email kolega dari mahasiawa yang bersangkuta.
  3. Calender : Fitur ini Berfungsi untuk mengatur jadwal hariannya mahasiswa  selayaknya agenda.
  4. File Manager : Berfungsi untuk menyimpan dan mengelola file-file yang dimiliki oleh mahasiswa tersebut.
  5. Forum : Dengan fitur ini mahasiswa dapat bertukar pikiran mengenai suatu topik tertentu.
  6. Boormark : Fitur ini mempermudah mahasiswa untuk mencari informasi melalui internet,dengan fitur ini mahasiswa dapat menyimpan URL disitus favorite dan untuk referensi di kemudian hari.
 

Softskill semester 8

20 Sentences with Slang Words   1.       Ain’t : am not, are not, is not, has not ( He says he ain’t mad ) Google translate: d...